Link: https://entertainment.kompas.com/read/2019/07/29/184026910/lukman-sardi-dinobatkan-sebagai-aktor-terbaik-di-malaysia

Published: 29 July 2019 Kompas.com

Lukman Sardi Dinobatkan sebagai Aktor Terbaik di Malaysia International Film Festival 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Bertambah lagi deretan piala penghargaan perfilman bagi aktor kawakan Indonesia, Lukman Sardi. Putra pemain biola legendaris Indonesia Idris Sardi itu dinobatkan sebagai Aktor Terbaik dari ajang Malaysia Golden Global Awards (MGGA 2019), Malaysia International Film Festival (MIFFest), untuk perannya dalam film 27 Steps of May. Lukman Sardi yang datang ke Negeri Jiran itu untuk menerima langsung trofi penghargaannya, sama sekali tidak menyangka dia akan menang. “Saya tidak menyangka akan terpilih sebagai Best Actor di festival ini karena nominasi lainnya juga sangat kuat. Ada aktor dari Iran, Hongkong, dan Belgia,” ucap Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (29/7/2019). Menurut pemain film Sang Pencerah itu menganggap bahwa trofi dalam genggamannya itu bukanlah kemenangannya secara pribadi, namun kemenangan bagi pesan yang disampaikan film 27 Steps of May. “Kemenangan bagi perempuan yang mengalami trauma yang suaranya tersampaikan lewat film ini. Saya sangat senang film ini diapresiasi dengan baik oleh publik yang lebih luas lagi,” ujar Lukman Sardi.

Festival yang didirikan pada 2016 oleh sekelompok ahli film dari Asia ini mengambil ‘Humanity’ sebagai temanya tahun ini, sebuah tema yang mewakili wajah dan kisah ‘Harapan’ dan ‘Keputusasaan’. Tema ini sangat penting dan berpengaruh pada pilihan film MIFFest tahun ini. Film 27 Steps of May selain dibintangi Lukman Sardi, juga menghadirkan Raihaanun, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman. Kisahnya tentang May (Raihaanun), perempuan muda yang mengalami trauma akibat kekerasan seksual. Terinspirasi peristiwa Mei 1998, 27 Steps of May tidak hanya bercerita tentang dampak pemerkosaan pada kehidupan May, tetapi juga Bapak May (Lukman Sardi) yang sangat terpukul dan menyalahkan dirinya selama bertahun-tahun. Film ini tayang perdana di Busan International Film Festival pada 2018 dan telah berkeliling di berbagai festival Internasional seperti Cape Town Film Festival di Afrika Selatan dan Goteborg Film Festival di Swe